Selasa, 29 Januari 2013

PROPOSAL


PROPOSAL

PENTAS SENI (PENSI)
SMA Negeri 1 Karanganyar

A.   PENDAHULUAN
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan karunia-Nya kepada kita semua.
Budaya merupakan hal yang perlu di lestarikan. Indonesia memiliki beranekaragam budaya yang indah dan tak lepas dari karya seni.
Sesuai dengan program kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 1 Karanganyar masa bakti 2008 / 2009, kami bermaksud menyelenggarakan Pentas Seni (PENSI).
Dalam rangka meningkatkan apresiasi dan kecintaan para siswa terhadap kesenian dan kebudayaan. Sesuai dengan program kerja OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar, dan untuk mengisi libur tengah semester tahun ini, kami merencanakan untuk mengadakan kegiatan Pentas Seni (PENSI). Melalui beberapa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kecintaan terhadap kesenian dan menjadi refreshing setelah menempuh Ulangan Tengah Semester (UTS).

B.   DASAR KEGIATAN
1.    Progam Kerja OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar masa bakti 2008/2009.
2.    Rapat  OSIS SMA Negeri 1 Karanganyar tanggal 20 Oktober 2008.

C.   TUJUAN
1.    Untuk meningkatkan rasa kecitaan terhadap kesenian Indonesia.
2.    Menyalurkan bakat dan minat terhadap kesenian.
3.    Mengisi libur tengah semester tahun ajaran 2008/2009.



D.   JENIS KEGIATAN
Pentas Seni siswa SMA Negeri 1 Karanganyar yang terdiri :
1.    Band.
2.    Modern Dance.
3.    Tari Tradisional.

E.   PESERTA
Siswa SMA Negeri 1 Karanganyar dan tamu undangan.

F.    WAKTU DANTEMPAT
Hari dan Tanggal                       : Rabu,17 Oktober 2008.
Waktu                                           : 08.00WIB – Selesai.
Tempat                                         :Lapangan bawah SMA N 1 Karanganyar.
Jadwal terlampir 1

G.   SUSUNAN PANITIA
Terlampir 2

H.   ESTIMASI BIAYA
Terlampir 3.

I.        PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami buat agar menjadi dasar pertimbangan dalam menyetujui dan mundukung kegiatan ini.
Proposal ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran serta masukan yang dapat membantu menyempurnakan pelaksanaan kegiatan selanjutnya sangat kami harapkan.
 Atas kesalahan dan kekurangan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.



Karanganyar, 1 November 2008
Ketua                                                             Sekretaris



Adi Purwoko Wicaksono                         Katon Sasongko Damarmoyo
NIS. 12050                                                    NIS. 12205


Mengetahui,
Ketua OSIS,



Arya Gumilang Putra Pratama
NIS. 11594
          
Wakasek Kesiswaan                                   Pembina  OSIS,



Bagus Nugroho                                          N.S. Raharjo,BA
NIP. 131769222                                           NIP. 131285916

Menyetujui,
Kepala SMA Negeri 1 Karanganyar



Drs. H. Sukiman, B.Sc, MM.
NIP. 130346212
Lampiran 1
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)
SMA N 1 KARANGANYAR
Jl. A. W. Monginsidi 03 Karanganyar – Ska 57714 Telp. ( 0271 ) 495068


JADWAL KEGIATAN
PENTAS SENI

No
     Waktu
        Kegiatan
          Tempat
  Kordinator
1.

2.
3.



4.
08.00 – 08.30

08.30 – 09.00
09.00 – 10.00



10.00 – selesai
Kumpul siswa

Pembukaan
Sambutan dari :
  1. Ketua panitia
  2.Pembina OSIS
  3. Kepala Sekolah
Pentas Seni (PENSI)

 Lapangan bawah

Panggung PENSI
Panggung PENSI



Panggung PENSI
Joko Setyawan
Anggoro
Eni Yuliani
Najib R.M



Andi M
Agus S
Bagus N.










Lampiran 2.
Susunan Panitia :
Pelindung                                                     : Drs. H. Sukiman, B.Sc, MM.
Pembina                                                        : N.S. Raharjo,BA.
Ketua                                                             : Adi Purwoko Wicaksono.
  Dyan Pratiwi.
Sekretaris                                                      : Katon Sasongko Damarmoyo.
  Winda Presti.
Bendahara                                                    : Isma Reklathakusuma.
  Desy Purnomo Putri.
Seksi Acara                                                   : Eni Yuliani.
Seksi Konsumsi                                           : Adi Perdana.
  Agus S.
  Najib Rendra Mukti.
  Ditta Dwi Andina.
Seksi Perlengkapan                                                : Andi Mulyono.
  Bangun Mulyadi.
  Bagus Nugraha.
  Joko Setyawan.
  Anggoro.
Seksi Dekorasi dan  Dokumentasi           : Rohmad Darmawan.
  Nanang.
Seksi Humas                                                            : Susilowati.
  Shinta Ningrum.
Seksi Keamanan                                         : Nico Sanjaya.
  Kholis Kurniawan .
Seksi PPPK                                                  : Gejora Cahyani.
  Bambang.
Pembantu umun                                         : Arivin Cahyo Nugraha.
  Eko Purnama.

Terlampir 3.
ESTIMASI BIAYA

Pemasukan:
Iuran Siswa @ Rp 15.000,- X 1400                                  Rp 21.000.000,-
Donatur Sekolah                                                                 Rp   2.000.000 ,- 
Total                                                                          Rp 23.000.000,-

Pengeluaran :
Konsumsi @ Rp 5000,- X 1500                                        Rp   7.500.000,-
Administrasi                                                                          Rp      500.000,-
Panggung dan sound system                                           Rp   3.000.000,-
Bintang tamu                                                                                    Rp   8.000.000,-
Kenang-kenangan                                                              Rp   1.000.000,-
Lain-lain                                                                                Rp   1.000.000,-
Total                                                                          Rp 21.000.000,-

Untuk itu kami mohon sekolah memberikan donatur sebesar Dua Juta Rupiah (Rp. 2.000.000,00).


Sumber:

KONVENSI NASKAH


KONVENSI NASKAH
Pengertian konvensi naskah
Konvensi adalah pemufakatan atau kesepakatan, kebiasaan atau memiliki sebuah aturan yang dijadikan pedoman atau acuan dan menjadi aturan khusus yang lazim dipergunakan. Sedangkan Naskah adalah karangan yang masih ditulis dengan tangan atau manuskrip. Jadi konvensi naskah yaitu sebuah atau suatu penulisan naskah karangan ilmiah berdasarkan kebiasaan aturan yang sudah lazim dan disepakati.
Syarat formal penulisan sebuah naskah yaitu:
v  Bagian pelengkap pendahulu
a.    Judul pendahulu (judul sampul)
b.    Halaman judul
c.    Halaman persembahan (kalau ada)
d.    Halaman pengesahan (kalau ada)
e.    Kata pengantar
f.    Daftar isi
g.    Daftar gambar (kalau ada)
h.    Daftar table (kalau ada)
v  Bagian isi karangan
a.    Pendahuluan
b.    Tubuh karangan
c.    Kesimpulan
v  Bagian pelengkap penutup
a.    Daftar pustaka
b.    Lampiran
c.    Indeks
d.    Riwayat hidup penulis
Jenis-jenis konvensi naskah yaitu:
1.     Naskah formal
Adalah suatu naskah yang memenuhi semua persyaratan yang dituntut oleh konvensi.
2.    Naskah semi formal
Adalah suatu naskah yang tidak memenuhi semua persyaratan yang dituntut oleh konvensi.
3.    Naskah informal
Adalah suatu naskah yang tidak memenuhi semua persyatan yang dituntut oleh konvensi.
Tujuan membuat naskah yaitu:
a.    Agar kita mengetahui cara membuat suatu tulisan yang baik dan benar menurut peraturan tata cara penulisan Bahasa Indonesia.
b.    Agar kita dapat membuat sebuah naskah seperti penelitian ilmiah, thetis, ataupun skripsi karena konvensi naskah adalah salah satu syarat pembuatan naskah tersebut.
Tata cara penulisan naskah yaitu:
1.     Judul ditulis dengan huruf capital.
2.    Nama penulis (tanpa gelar) ditulis dua spasi dibawah judul dengan jenis huruf Arial 10 pt cetak tebal dan Aligment Center.
3.    Alamat institusi penulisan ditulis 1 spasi dibawah nama penulisan dengan jenis huruf Arial 8 pt cetak regular dan Aligment Center.
4.    Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris dan Indonesia dengan huruf Arial 9 pt 1 spasi cetak regular dan Aligment Justify.
5.    Kata kunci ditulis 1,5 spasi setelah abstrak memuat kata-kata penting yang menjadi kata-kata kunci didalam naskah (antara 3-5 kata kunci).
6.    Sistematika naskah (tanpa lampiran) terdiri dari ABSTRAK, PENDAHULUAN, BAGIAN INTI (untuk naskah konseptual berisi kajian pustaka dan uraian analisis, sedangkan untuk naskah hasil penelitian berisi kajian pustaka, hasil dan pembahasan), dan PENUTUP (berisi kesimpulan dan saran atau bisa ditambahkan rekomendasi), serta DAFTAR PUSTAKA. Naskah ditulis dengan huruf Arial 10 pt, spasi 1,5 cetak regular dan Aligment Justify.
7.    Gambar, persamaan dan table diberi judul atau keterangan dan nomor urut yang berketentuan.
8.    Penulisan daftar pustaka diurutkan secara Alpabetis dengan jenis  huruf Arial 10 pt.
9.    Ukuran kertas A4 (210x297) mm dengan batas tepi (margin) atas 2,5 cm, batas tepi bawah 3,5 cm dan batas tepi kanan dan kiri masing-masing 2,5 cm, lebar header 0 cm dan footer 2 cm.
10. Setting halaman adalah dua kolom dengan jarak antar kolom 0,8 cm dan lebar kolom 7,6 cm.
11.  Setiap alenia baru ditulis dengan mengosongkan selembar 1,25 cm dari pias depan.



Sumber:

Kamis, 06 Desember 2012

TAHAP PENULISAN KARANGAN ILMIAH


TAHAP PENULISAN KARANGAN ILMIAH
Karanagn ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakuakn oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
1.      Tahap persiapan atau prapenulisan adalah tahap ketika penulis sedang menyiapkan diri untuk mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, menentukan focus, mengolah informasi, menarik tafsiran terhadap realita yang dihadapi, berdiskus, membaca, mengamati dan lain-lain yang memperkaya masukkan koknitif yang akan diproses selanjutnya.
2.      Tahap inkubasi adalah ketika pembelajar memproses informasi yang dimilikinya sedemikian rupa sehingga mengantarkan pada ditentukannaya pemecahan masalah atau jalan keluar yang dicarinya.
3.      Tahap iluminasi adalah tahak ketika datangnya inspirasi atau insting, gagasan dating seakan-akan tiba-tiba dan berloncatan dari pikiran kita. Iluminasi tidak mengenal tempat dan waktu. Jika hal tersebut datang maka segeralah catat jangan biarkan hilang kembali sebab momentum itu biasanya tidak berlangsung lama
4.      Tahap verivikasi adalah mengverivikasikan apa yang dituliskan sebagai hasil dari tahap iluminasi itu dipriksa kembali, diseleksi, dan disusun sesuai dengan focus tulisan, apakah perlu ditulis kembali ataupun ditambah.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Karya_ilmiah

PENULISAN ILMIAH


PENULISAN ILMIAH

Karya ilmiah yaitu karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah
Tahap - tahap penulisan ilmiah yaitu:
1.     Tahap persiapan
ü  Pemilihan masalah atau topic
·         Masalah atau topic yang dipilih yang ada disekitar penulis
·         Masalah atau topic yang dipakai menarik atau dapat menarik perhatian pembacanya
·         Pembahasannya terpusat pada segi lingkup sempit dan terbatas
·         Memiliki data dan fakta yang obyektif dan mencukupi
·         Diketahui prinsip – prinsip ilmiahnya meskipun sedikit
·         Memiliki sumber acuan atau bahan referensi
ü  Pembatasan topic atau penetuan judul
·         Pembatasan topic dilakukan sebelum penulisan karya ilmiah
·         Penulisan judul dapat dilakukan sebelum penulisan ataupun sesudah penulisan
·         Penentuan judul harus dapat menjawab dari pertanyaan yang mengandung unsure 4W + 1H (What,Why,Who,Where,dan How)
ü  Pembuatan kerangka karangan
·         Membimbing untuk memulai menyusun kerangka karangan
·         Membuat pedoman penulisan karya ilmiah sehingga tidak menjadi tumpang tindih dalam penulisannya
·         Pembuatan rencana daftar isi dari karya ilmiah
2.    Tahap pengumpulan data
ü  Pencarian keterangan dari bahan bacaan atau referensi
ü  Pengumpuolan keterangan dari pihak – pihak yang mengetahui masalah
ü  Pengamatan langsung atau observasi ke obyek yang akan diteliti
ü  Percobaan dilaboratorium atau pengujian dilapangan
3.    Tahap pengorganisasian dan pengkonsepan
ü  Pengelompokkan bahan untuk pengorganisasian bagian mana yang termasuk dalam karya ilmiah
ü  Data diseleksi kembali dan dikelompokkan sesuai jenis dan bentuknya
ü  Pengkonsepan karya ilmiah dilakukan sesuai dengan urutan dalam kerangka karangan yang telah ditetapkan
4.    Tahap pemeriksaan atau penyutingan konsep
ü  Melengkapi data yang sekiranya msih kurang
ü  Mengedit data yang dirasa tidak relevan serta tidak cocok dengan pembahasaaan yang diangkat oleh penulis
ü  Mengedit setiap kata dalam penulisan sehingga penyajiannya tidak berulang – ulang atau tumpang tindih
ü  Mengedit setiap bahasa yang ada dalam penulisan untuk menghindari pemakaian bahasa yang kurang efejktif dan harus menyesuiakan dengan kaidah EYD
5.    Tahap penyajian
ü  Segi kerapihan dan kebersihan
ü  Tata letak atau layout unsure – unsure dalam format penulisan
ü  Memakai standar yang berlaku dalam penulisan karya ilmiah (sesuai kaidah EYD, standar penulisan kutipan, catatan kaki, daftar pustaka)


Sumber:
http://fuad30.blog.friendster.com/2008/10/karya-ilmiah/
http://fkip.uki.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=68:penulisan-karya-ilmiah&catid=41:artikel&Itemid=55
http://www.anneahira.com/langkah-langkah-menulis-karya-ilmiah.htm


Minggu, 11 November 2012

METODE PENGUMPULAN DATA


METODE PENGUMPULAN DATA
Data yaitu catatan atas kumpulan fakta. Data adalah bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari–hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variable yang bentuknya dapat berupa angka, kata–kata, atau citra.
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai. Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar bisa ditarik suatu kesimpulan. Secara teori, definisi variabel penelitian adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang, atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.
Macam-macam variable antara lain :
1.      variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya.
2.      variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel independen
3.      variabel moderator merupakan variabel yang mempengaruhi variabel independen dan dependen
4.      variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
5.      Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Teknik pengumpulan data yaitu
1.      Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
2.      Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.
3.      Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)


Sumber :

METODE ILMIAH

METODE ILMIAH 
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. lmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
Ada 4 karakteristik metode ilmiah antara lain yaitu :
1. Sistematik
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. 
2. Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal, yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
3. Empirik
Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari (fakta aposteriori, yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian empirik ada tiga yaitu : a. Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain) b. Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu c. Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya (ada hubungan sebab akibat)
4. Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Langkah – langkah dalam metode ilmiah yaitu :
1) Memilih dan mendefinisikan masalah
2) Survei terhadap data yang tersedia
3) Memformulasikan hipotesa
4) Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa
5) Mengumpulkan data primer
6) Mengolah,menganalisa serta membuat interpretasi
7) Membuat generalisasi dan kesimpulan
8) Membuat laporan.


 Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah http://ami26chan.wordpress.com/2011/03/31/pengertian-metode-ilmiah/ http://rezaiueomanage.blogspot.com/2012/05/pengertian-metode-ilmiah-langkah.html http://gogopratamax.blogspot.com/2012/04/pengertian-karakteristik-dan-langkah.html

SIKAP ILMIAH

SIKAP ILMIAH
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya ilmiah

Beberapa metode dalam menyelesaikan permasalahan dalam sikap ilmiah (Mukayat Brotowidjoyo 1985) antara lain :
• Sikap ingin tahu
• Sikap kritis
• Sikap obyektif
• Sikap ingin menemukan
• Sikap menghargai karya orang lain
• Sikap tekun
• Sikap terbuka

Dalam sikap ilmiah peneliti harus memiliki sifat-sifat ilmiah seperti berikut ini:
1. Mampu membedakan fakta dan opini
2. Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan argumentasi
3. Mengembangkan keingintahuan
4. Kepedulian terhadap lingkungan
5. Berpendapat secara ilmiah dan kritis
6. Berani menyusun perbaikan atas suatu kondisi dan bertanggung jawab terhadap usulannya
7. Bekerja sama
8. Jujur terhadap fakta

Adapun struktur karya ilmiah (Soehardian 1997:38) antara lain :
a. Judul
 b. Nama penulis
c. Abstrak
d. Pendahuluan
e. Bahan dan metode
f. Hasil dan pembahasan
g. Kesimpulan
h. Ucapan terima kasih
i. Daftar pustaka


 Sumber :
http://menulisbukuilmiah.blogspot.com/2008/10/karya-tulis-ilmiah-ciri-dan-sikap.html http://zhuyavabel.blogspot.com/2012/04/sikap-sikap-ilmiah.html http://www.scribd.com/doc/40750397/Sikap-Ilmiah http://dya08webmaster.blog.com/2012/04/20/karya-ilmiah-ciri-ciri-macam-macam-sikap-ilmiah/